Menu

Mode Gelap
Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok Jika Tak Ada Pendaki Gunung, Tak Mungkin Ada Freeport! Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun Tim Gabungan Lakukan Penanganan Banjir dan Longsor di Luwu, Sulsel

Kabar · 16 Jul 2021 09:10 WIB ·

14 Desa Terdampak Banjir di Kapuas Hulu


 Foto: BNPB Perbesar

Foto: BNPB

Burangrang.com | Jakarta,- Sebanyak 14 desa yang terbagi di enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) antara 20-200 sentimeter sejak Selasa (13/7).

Adapun rincian desa yang terdampak meliputi Desa Nanga Yen, Desa Tepuai dan Desa Sejahtera Mandiri di Kecamatan Hulu Gurung, Desa Landau Badai dan Desa Landau Rantau di Kecamatan Silat Hulu, Desa Nang Betung, Desa Landau Bunus, Desa Nanga Jemah dan Desa Riam Mengelai di Kecamatan Boyan Tanjung.

Foto: BNPB

Kemudian Desa Jajang di Kecamatan Pengkadan, Desa Riam Piang dan Desa Semangut di Kecamatan Bunut Hulu dan Desa Suka Maju serta Desa Tangai Jaya di Kecamatan Mentebah.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu per hari ini, Kamis (15/7) pukul 09.00 WIB, ada sebanyak 2.828 jiwa yang terdampak banjir. Saat ini tim lapangan masih terus melakukan proses pendataan.

Dari pendataan sementara, banjir juga menyebabkan kerugian materil berupa 588 rumah terendam dan sedikitnya ada 10 rumah yang mengalami rusak berat. Selain itu BPBD Kabupaten Kapuas Hulu juga mencatat ada 33 fasilitas umum yang terdampak banjir dan dua unit jembatan rusak berat.

Menurut perkembangan laporan di lapangan saat ini, sebagian wilayah terdampak banjir tersebut merupakan area yang tidak terjangkau jaringan telekomunikasi selular, sehingga hal itu menjadi suatu kendala di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, banjir sudah berangsur surut di beberapa titik. Sementara itu, berdasarkan kajian risiko banjir yang dipantau melalui inaRisk BNPB, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi.

Dalam hal ini, inaRisk juga menyebutkan ada sebanyak 25 kecamatan yang berpotensi terpapar dengan luas wilayah mencapai 80.282 hektar. Di sisi lain, berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), banjir menjadi bencana yang mendominasi Kabupaten Kapuas Hulu.

Foto: BNPB

Menurut catatan yang dirangkum pada tahun lalu, banjir di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu bahkan terjadi sebanyak delapan kali kejadian selama 2020. Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat ada sebanyak 20.055 rumah terendam banjir dan 138.357 jiwa yang terdampak.

Melihat dari catatan tersebut, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap kepada seluruh unsur yang ada di wilayah tersebut agar dapat mengambil kebijakan yang dianggap perlu dalam rangka mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Di samping itu, BNPB juga mengimbau agar pemerintah daerah maupun masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRisk BNPB.

Sumber: BNPB
Pewarta: And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun

15 Mei 2022 - 11:00 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Delegasi G20 Sepakat Pembiayaan Internasional Dukung Penciptaan Iklim Pariwisata Berkelanjutan

13 Mei 2022 - 13:17 WIB

Indonesia Dominasi Piala Dunia Panjat Tebing Hingga Pecahkan Rekor Dunia Tercepat

13 Mei 2022 - 11:45 WIB

Trending di Kabar