Menu

Mode Gelap
Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu 26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser 18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok

Kabar · 14 Des 2021 13:00 WIB ·

BBKSDA Riau Kuburkan Jasad Gajah Yang Diduga Mati Tersengat Listrik


 Alat Berat di gunakan Tim medis Balai Besar KSDA Riau untuk  menguburkan jasad Gajah yang ditemukan mati pada hari Jumat, 10 Desember 2021 di areal perkebunan masyarakat Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait Beringin, Tualang Muandau, Bengkalis. Foto : BKSDA Riau Perbesar

Alat Berat di gunakan Tim medis Balai Besar KSDA Riau untuk  menguburkan jasad Gajah yang ditemukan mati pada hari Jumat, 10 Desember 2021 di areal perkebunan masyarakat Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait Beringin, Tualang Muandau, Bengkalis. Foto : BKSDA Riau

Burangrang.com | Pekanbaru – Tim medis Balai Besar KSDA Riau telah menguburkan jasad Gajah yang ditemukan mati pada hari Jumat, 10 Desember 2021 di areal perkebunan masyarakat Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait Beringin, Tualang Muandau, Bengkalis.

Sebelum jasad gajah dikuburkan, tim medis Balai Besar KSDA bersama Rimba Satwa Foundation – Himpunan Penggiat Alam (RSF – HIPAM) lakukan identifikasi dan nekropsi terhadap jasad Gajah Sumatera tersebut untuk mengetahui penyebab kematian.

Alat Berat di gunakan Tim medis Balai Besar KSDA Riau untuk  menguburkan jasad Gajah yang ditemukan mati pada hari Jumat, 10 Desember 2021 di areal perkebunan masyarakat Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait Beringin, Tualang Muandau, Bengkalis. Foto : BKSDA Riau

Berdasarkan hasil identifikasi satwa diketahui bahwa Gajah berjenis kelamin betina, umur kurang lebih 25 tahun (dewasa/induk), caling hanya terdapat pada bagian sebelah kiri dan merupakan bagian dari sub populasi Gajah Giam Siak Kecil.

Dari hasil nekropsi dapat disampaikan bahwa pada pemeriksaan fisik bagian luar tidak ditemukan tanda tanda keracunan atau kekerasan, bangkai sudah mengalami kaku mayat dan terdapat timbunan gas pada bagian perut dengan posisi rebah pada bagian kanan. Pada bagian rongga mulut terutama lidah serta langit-langit rongga mulut ditemukan luka melepuh/terbakar dengan penampang yang luas, sedangkan pada pemeriksaan organ dalam semuanya terlihat normal.

Melihat dari kondisi ukuran rahim yang belum kembali ke ukuran semula (involusi uteri) serta kondisi ambing (kelenjar susu) yang masih berproduksi/menyusui mengindikasikan bahwa individu tersebut memiliki anak.

Penyebab kematian Gajah diduga karena tersengat aliran listrik PLN. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya luka melepuh pada rongga mulut dengan indikasi bahwa Gajah tersebut menggigit kabel PLN serta ditemukan adanya bekas gigitan pada kabel PLN tersebut. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah dikuburkan di areal perkebunan tempat ditemukannya satwa tersebut.

Adapun anak Gajah yang mati diketahui terpantau 4 hari yang lalu dalam kelompok Gajah Giam Siak Kecil dimana terdapat 2 anakan Gajah yang selalu bersama. Pada kondisi ini, dimungkinkan terdapat satu indukan lain yang dapat membantu menyusui anak Gajah yang mati tersebut. Tim Balai Besar KSDA Riau bersama RSF-HIPAM akan menelusuri lebih lanjut hal tersebut.

Semoga anak Gajah yang mati dapat tumbuh berkembang dengan asuhan induk yang lainnya. Informasi ini merupakan tautan dari BBKSDA Riau #karenakonservasitakmungkinsendiri

Pewarta : Cil
Editor : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Trending di Kabar