Menu

Mode Gelap
Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com Dukungan Cash Sponsor dan Kredibilitas Pelaku Ekspedisi Gunung Pendakian Yang Berada di Wilayah Taman Nasional Cara Sederhana Menjaga Kebugaran Fisik Sebelum Naik Gunung Mungkinkah Beda, Ekspedisi dan Petualangan?

Peristiwa · 9 Jul 2021 09:09 WIB ·

Berbagi Pikiran dan Pengalaman Penanganan Darurat Bencana di Indonesia


 Berbagi Pikiran dan Pengalaman Penanganan Darurat Bencana di Indonesia Perbesar

Burangrang.com | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar diskusi virtual dengan judul “Dari Sentul Kita Sharing Jilid 3”, diskusi yang digagas oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) kali ini mengangkat tema Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana.

Ir. Dody Ruswandi, MSCE Plt. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB yang menjadi salah satu pemateri menyatakan, pada saat tanggap darurat BNPB mempunyai tugas untuk mengkoordinir seluruh dukungan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

Foto : BNPB

“Tugas BNPB adalah mengkordinir seluruh dukungan dari pemerintah pusat, dunia usaha dan lainnya, dalam bentuk pendampingan kepada pemerintah daerah terdampak antara lain manajemen penanganan darurat, bantuan dana dan bantuan esktrim apabila bantuan tidak dapat diselenggarakan oleh daerah misal helikotpter untuk mempermudah distribusi dan evakuasi,” kata Dody melalui sambungan virtual Selasa (6/7).

Kemudian ia menambahkan kepala daerah yang daerahnya mengalami bencana agar segera menetapkan status darurat bencana untuk memudahkan proses penanganan bencana.

“Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan setelah bencana, kepala daerah harus menyatakan status darurat bencana.

Kenapa perlu status, untuk mempercepat proses penanganan dan juga salah satunya untuk melindungi hak-hak sipil, seperti surat-surat berharga yang hilang atau hancur akibat bencana, dapat dibuatkan kembali,” ungkapnya.

Foto: BNPB

Selain itu saat fase tanggap darurat bencana diperlukan pembentukan pos komando dan struktur serta kelompok kerja.

“Begitu terjadi bencana langsung segera membentuk satu posko terpadu oleh kepala daerah di tempat yang memungkinkan bisa di tenda atau di ruangan yang aman dari bencana susulan, yang berguna untuk berkordinasi antar pihak yang ingin berpartisipasi dalam penanganan bencana,” ucap Dody yang juga menjabat sebagai Widyaiswara Ahli Utama BNPB.

“Kemudian membentuk bidang kelompok kerja didalam posko, bidang SAR, logistik, pengungsian, pendidikan, pemulihan dini, ekonomi, sarana prasarana dan kesehatan. Sudah ditetapkan lembaga yang bertanggung jawab dalam tiap kelompok kerja itu,” lanjutnya.

Penanganan darurat bencana tentunya akan mengalami inovasi ataupun strategi baru di setiap kejadian bencana, belajar dari pengalaman, BNPB memberikan strategi baru bagi masyarakat terdampak.

“BNPB mengeluarkan kebijakan baru dalam dua tahun terakhir ini, masyarakat diberikan dana tunggu hunian bagi yang rumahnya terdampak gempa sambil menunggu rumah hunian tetap selesai dibangun kembali,” pungkasnya.

Sementara itu dr. Bagus Tjahjono, MPH Widyaiswara Ahli Utama BNPB yang juga menjadi pembicara menyatakan “pelatihan harus mendahului bencana” merupakan moto dari Pusdiklat PB yang diimplentasikan dengan melakukan pelatihan bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan.

“Pelatihan harus mendahului bencana, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan mengurangi risiko bencana. Dengan semakin seringnya melakukan pelatihan, kita menjadi tahu kesiapan personil dan masyarakat ketika terjadi bencana, kemudian dievaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu dipertahankan,” kata Bagus.

Foto: BNPB

Kemudian ia menyebtkan konsep penanggulangan bencana telah berubah dari respon ketika terjadi bencana menjadi mitigasi bencana.

“Konsep dalam penanggulangan benana telah berubah dari sebelumnya respon darurat menjadi pengurangan risiko bencana yang mempunyai inti meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan,” imbuhnya. Pelatihan yang diberikan tidak hanya sebatas materi saja, namun juga praktek di lapangan.

“Pelatihan yang diberikan terbagi menjadi beberapa tahap, pemberian materi, simulasi dan gladi di lapangan. Pelatihan tidak hanya kepada BPBD atau aparat saja namun semua kalangan dalam pentaheliks telah menerima pelatihan,” tutup Bagus.

Sumber: BNPB
Pewarta: And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun

15 Mei 2022 - 11:00 WIB

9 Mei 1956 Gunung Manaslu (8.163) Berhasil di Gapai Untuk Pertama Kali

9 Mei 2022 - 11:00 WIB

Angin Putting Beliung Menerjang 23 Rumah Warga Kabupaten Bangka

8 April 2022 - 11:23 WIB

Atap Rumah Beterbangan Usai Diterjang Angin Kencang di Bangka Selatan

6 April 2022 - 13:25 WIB

Empat Warga Bangka Tengah Luka Berat Terdampak Angin Puting Beliung

31 Maret 2022 - 15:18 WIB

Pendataan Terdampak Banjir Bandang  Dilakukan BPBD Sumbawa

31 Maret 2022 - 11:25 WIB

Trending di Kabar