Menu

Mode Gelap
Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok Jika Tak Ada Pendaki Gunung, Tak Mungkin Ada Freeport! Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun Tim Gabungan Lakukan Penanganan Banjir dan Longsor di Luwu, Sulsel

Feature · 14 Sep 2021 13:41 WIB ·

Bertugas di Konservasi Alam, Drh. Septi Bercerita Keseruannya Merawat Elang Jawa


 Drh Septi, yang bertugas di Konservasi Alam, yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Beliau bertugas di KLinik Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Di Desa Loji Bogor Jawa Barat. Foto: Taufik Hidayat Perbesar

Drh Septi, yang bertugas di Konservasi Alam, yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Beliau bertugas di KLinik Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Di Desa Loji Bogor Jawa Barat. Foto: Taufik Hidayat

Burangrang.com | Bogor – Mengerjakan kegiatan pelestarian alam dan satwa liar yang dilindungi memiliki kesan tersendiri. Bagi seorang penggiat lingkungan dan petugas konservasi alam, Drh. Septi  seorang Dokter Hewan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa memiliki cerita tersendiri tentang aktivitasnya dan pengetahuannya tentang Elang Jawa.

Pada kesempatan kali ini Dokter.  Septi bercerita  tentang karakteristik biologis satwa liar Elang Jawa. ketika ditemui di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, di Loji yang berada di kawasan TNGHS, Resort PTNW Gunung Salak I,  Septi banyak menceritakan pengalamannnya merawat Elang Jawa yang dilindungi di Pusat Suaka Elang Jawa, Bogor, Jawa Barat.

Drh Septi, yang bertugas di Konservasi Alam, yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Beliau bertugas di KLinik Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Di Desa Loji Bogor Jawa Barat. Foto: Taufik Hidayat

“Pada umumnya Elang Jawa yang dirawat disini memiliki riwayat trauma, ada yang diakibatkan oleh benturan, luka tembak pemburu dan terkadang juga ada yang kita rescue menyasar ke rumah warga menabrak kaca rumah. Ada juga yang trauma akibat terlalu lama dikandang,” ujar Drh. Septi, Dokter Hewan di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Septi menyampaikan bahwa menjadi petugas di Konservasi Alam merupakan passionnya yang membuatnya merasa nyaman bekerja di hutan. Dan pada kegiatan tugasnya Drh. Septi merawat untuk rehabilitasi Elang Jawa. Proses rehabilitasi Elang Jawa bertahap, dimulai dari cek kesehatan fisik, yang kemudian berlanjut ke karantina.

Klinik Pusat Suaka Satwa Elang Jawa yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Resort PTNW Gunung Salak I, Tempat Drh. Septi Bertugas. Foto: Taufik Hidayat

“Jadi yang direhabilitasi disini biasanya datang dari seserahan warga dan yang memang hasil temuan Kementerian LHK Bidang KSDAE. Setelah di cek kesehatan fisiknya dapat dilihat apakah Elang Jawa yang diterima masih bisa di rehabilitasi menjadi liar atau sudah tidak bisa sama sekali. Kalau masih bisa di rehabilitasi menjadi liar maka Elang Jawa tersebut dimasukkan ke kandang karantina, dan kalau tidak bisa di rehabilitasi masuk ke kandang display untuk penelitian,” imbuhnya.

Fokus dari Pusat Suaka Satwa Elang Jawa ini adalah untuk captive atau rehabilitasi, bukan pengembangbiakan atau breeding. Tetapi ada kebijakan dari pihak berwenang untuk melepasliarkannya dalam keadaan berpasangan. Itu sebabnya ada yang dijodohkan untuk kepentingan tersebut dan ternyata kemudian bertelur.

Elang Ular Bido, salah satu jenis hewan yang dirawat oleh Drh, Septi. Foto: Taufik Hidayat

“Sudah ada satu pasang yang dijodohkan disini dan sudah bertelur serta telurnya dijadikan bahan penelitian. Ya merupakan progres tersendiri bagi Konservasi Alam bahwa ada sepasang Elang Jawa yang memang dapat dikembangbiakkan, dan siap untuk dilepasliarkan,” pungkasnya.

Pewarta: Feb
Editor: Dj

Ulasan lebih lanjut bisa dilihat di video ini tonton sampe habis yah :

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Delegasi G20 Sepakat Pembiayaan Internasional Dukung Penciptaan Iklim Pariwisata Berkelanjutan

13 Mei 2022 - 13:17 WIB

Indonesia Dominasi Piala Dunia Panjat Tebing Hingga Pecahkan Rekor Dunia Tercepat

13 Mei 2022 - 11:45 WIB

Pemkot Jaksel Konversi Ruang Publik Jadi Etalase Pelaku Ekraf Seni Rupa

13 Mei 2022 - 11:33 WIB

Trending di Kabar