Menu

Mode Gelap
Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu 26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser 18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok

Feature · 24 Des 2021 11:13 WIB ·

Fenomena Gerakan Tanah Wilayah Kabupaten Bogor


 Fenomena gerakan tanah yang berdampak pada rumah warga di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Foto : BPBD Kabupaten Bogor Perbesar

Fenomena gerakan tanah yang berdampak pada rumah warga di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Foto : BPBD Kabupaten Bogor

Burangrang.com | Bogor – Fenomena gerakan tanah terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sebanyak dua rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang dan lima lainnya terisolir. Kejadian tersebut juga mengakibatkan dua akses jalan di lingkungan desa terdampak mengalami kerusakan karena pergeseran tanah.

Wilayah terdampak berada di Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga. Data BPBD Kabupaten Bogor pada hari ini, Kamis (23/12) menyebutkan 3 KK atau 26 jiwa terdampak.

Fenomena gerakan tanah yang berdampak pada rumah warga di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Foto : BPBD Kabupaten Bogor

Kejadian yang terjadi pada Rabu pagi (22/12), pukul 09.30 WIB dipicu oleh hujan dengna intensitas tinggi dan kondisi tanah labil.

BPBD telah berada di lokasi dan memberikan bantuan logistik makanan kepada keluarga terdampak. Di samping itu, pihaknya juga melakukan kaji cepat maupun analisis di lapangan sehingga dampak potensi gerakan tanah dapat dihindari.

Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kecamatan Jasinga termasuk wilayah dengan potensi bahaya pergerakan tanah kategori menengah hingga tinggi. Demikian juga analisis inaRISK, Kabupaten Bogor memiliki 33 wilayah kecamatan yang potensi bahaya tanah longsor dengan kategori tersebut, termasuk Kecamatan Jasinga.

Menyikapi tingginya potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, khususnya menghadapi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2022.

Masyarakat dapat melihat potensi bahaya maupun risiko di wilayah dengan mengakses inaRISK atau pun sistem informasi resmi lain, seperti dari PVMBG, BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau BPBD.

Pewarta : Nish
Editor : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Trending di Kabar