Menu

Mode Gelap
Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu 26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser 18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok

Kabar · 4 Jan 2022 12:21 WIB ·

Kukang Dilepasliarkan BKSDA Kalimantan Barat Kehabitatnya


 kegiatan pelepasliaran kukang kalimantan merupakan pelajaran bagi masyarakat untuk mulai menyadari bahwa manusia juga hidup berdampingan bersama satwa liar. Foto : BKSDA Kalimantan Barat Perbesar

kegiatan pelepasliaran kukang kalimantan merupakan pelajaran bagi masyarakat untuk mulai menyadari bahwa manusia juga hidup berdampingan bersama satwa liar. Foto : BKSDA Kalimantan Barat

Burangrang.com | Kalimantan Barat – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melepasliarkan kukang dan sejumlah satwa liar lainnya seperti dua ekor binturong dan kucing hutan di Riam Sikale, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat pada Minggu (26/12/2021) lalu.

Kegiatan Pelepasan ini di hadiri oleh Kepala Balai KSDA Kalbar Sadtata Adi Rahmanta, KSBG TU BKSDA Kalbar Lidia LiLLy, Kepala Resort Raya Pasi Hermino Do Carmo, Kepala Adat Lorensius, Babinsa Kelurahan Sagatani dan sejumlah masyarakat Kelurahan Sagatani. Warga sekitar juga dilibatkan dalam kegiatan ini untuk mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak menangkap satwa liar.

Kegiatan pelepasliaran kukang kalimantan merupakan pelajaran bagi masyarakat untuk mulai menyadari bahwa manusia juga hidup berdampingan bersama satwa liar. Foto : BKSDA Kalimantan Barat

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Adi Rahmanta menyampaikan bahwa kegiatan pelepasliaran kukang kalimantan merupakan pelajaran bagi masyarakat untuk mulai menyadari bahwa manusia juga hidup berdampingan bersama satwa liar.

”Melepaskan satwa liar ini bukan sebuah prestasi. Prestasi itu kalau kita sudah berbagi ruang satwa liar tidak perlu di pelihara dan pelepas liarkan, tapi kita bisa berbagi ruang itu baru di bilang sebuah prestasi,” ujarnya.

Sadtata juga mengatakan bahwa perburuan satwa yang tidak terkontol membuat kelestarian satwa liar menjadi langka dan punah.

“Perburuan satwa baik yang langka maupun tidak menjadi alasan masyarakat untuk memburu. Contohnya (memburu) burung yang bernilai ekonomis, kesenangan untuk pelihara dan untuk konsumsi,” katanya.

Menurutnya, semua komponen alam mempunyai fungsi menjaga alam. Apabila satu saja komponen alam hilang maka keseimbangan itu akan terganggu.

“Dampaknya besar dan berantai baik itu tumbuhan,satwa liar semua di dalam itu punya fungsi ekosistem tersendiri,” ujar Sadtata.

Sementara kepala adat Sagatani, Loren mengatakan bahwa masyarakat siap menjaga dan melestarikan satwa liar yang telah dilepasliarkan di Kelurahan Sagatani.

”Kalau ada masyarakat yang belum mengetahui mana satwa liar kita akan memberikan pengertian mana saja satwa yang di lindungi,”tutupnya.

Pewarta : Cil
Editor : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Trending di Kabar