Menu

Mode Gelap
Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok Jika Tak Ada Pendaki Gunung, Tak Mungkin Ada Freeport! Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun Tim Gabungan Lakukan Penanganan Banjir dan Longsor di Luwu, Sulsel

Feature · 23 Sep 2021 12:21 WIB ·

Penyidikan Kasus Harimau di Aceh sudah Lengkap, Siap Disidangkan


 Tersangka dan barang bukti 3 lembar kulit harimau sumatera, tulang, dan 9 kg sisik trenggiling. Foto: KLHK Perbesar

Tersangka dan barang bukti 3 lembar kulit harimau sumatera, tulang, dan 9 kg sisik trenggiling. Foto: KLHK

Burangrang.com | Aceh – Perkara penjualan tiga lembar kulit harimau dengan tersangka AS (48), akan segera disidangkan setelah Kejaksaan Tinggi Aceh, pada tanggal 20 September 2021 menyatakan berkas perkara sudah lengkap. Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera menangkap AS pada tanggal 13 Agustus 2021 di Jalan Burung, Desa Gusung Batu, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara, dan mengamankan barang bukti 3 lembar kulit harimau sumatera, tulang, dan 9 kg sisik trenggiling.

Mengamankan barang bukti 3 lembar kulit harimau sumatera, tulang, dan 9 kg sisik trenggiling. Foto: KLHK

AS, yang bertempat tinggal di Desa Pasir Bangun. Kec. Lawe Alas. Kab. Aceh Tenggara. Prov. Aceh, akan dikenakan ancaman pidana berdasarkan Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti agar bisa segera dilimpahkan ke pengadilan. Penyidik Balai Gakkum KLHK masih akan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Mengamankan barang bukti 3 lembar kulit harimau sumatera, tulang, dan 9 kg sisik trenggiling. Foto: KLHK

Penangkapan AS bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi penjualan bagian-bagian satwa dilindungi di Aceh Tenggara. Selanjutnya Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera membentuk tim untuk mengumpulkan informasi, baru kemudian menjalankan Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Tim menangkap AS saat bagian-bagian satwa dilindungi itu akan dijualnya.

Pewarta: And
Editor: Dj

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Delegasi G20 Sepakat Pembiayaan Internasional Dukung Penciptaan Iklim Pariwisata Berkelanjutan

13 Mei 2022 - 13:17 WIB

Indonesia Dominasi Piala Dunia Panjat Tebing Hingga Pecahkan Rekor Dunia Tercepat

13 Mei 2022 - 11:45 WIB

Pemkot Jaksel Konversi Ruang Publik Jadi Etalase Pelaku Ekraf Seni Rupa

13 Mei 2022 - 11:33 WIB

Trending di Kabar