Menu

Mode Gelap
Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com Dukungan Cash Sponsor dan Kredibilitas Pelaku Ekspedisi Gunung Pendakian Yang Berada di Wilayah Taman Nasional Cara Sederhana Menjaga Kebugaran Fisik Sebelum Naik Gunung Mungkinkah Beda, Ekspedisi dan Petualangan?

Feature · 6 Nov 2021 16:57 WIB ·

Peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia


 Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur (Memegang Mic) memberikan arahan bagi peserta Peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia di kawasan Pantai Mbah Drajid, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (5/11). Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB/M. Arfari Dwiatmodjo Perbesar

Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur (Memegang Mic) memberikan arahan bagi peserta Peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia di kawasan Pantai Mbah Drajid, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (5/11). Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB/M. Arfari Dwiatmodjo

Burangrang.com | Lumajang – Hari Kesadaran Tsunami Sedunia diperingati setiap tanggal 5 November. Peringatan ini dimulai sejak Badan PBB menetapkannya pada Desember 2015 lalu. Pada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak semua unsur pentaheliks untuk selalu ingat dan waspada terhadap potensi bahaya tsunami, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai.

Dengan mengetahui potensi bahaya dan kerentanannya, masyarakat diharapkan sadar akan risiko tsunami yang bisa saja menimpa diri sendiri dan orang disekitar kita kemudian sadar untuk dapat melakukan upaya-upaya mitigasi dan kesiapsiagaan berbasis komunitas guna mengurangi risiko bencana.

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan (Rompi Cokelat) bersama para relawan memperlihatkan bibit pohon yang akan ditanam di kawasan Pantai Mbah Drajid, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (5/11). Foto: (PDSI/ Pratama Sispa Sagardi)

Memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ini, BNPB melakukan penanaman pohon di kawasan Pantai Mbah Drajid yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Jumat (5/11) bersama dengan komunitas pengurangan risiko bencana yang berasal dari FPRB Provinsi Jatim, LPBI NU Provinsi Jatim, LPBI NU Lumajang, Rumah Zakat, Human Initiative, DNA Foundation, Komunitas Land Cruiser Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Setia Hati, Pemuda Pancasila, unsur TNI-POLRI, pemerintah desa dan masyarakat umum.

Penanaman pohon tersebut sebagai salah satu langkah pengurangan risiko bencana, dan meningkatkan budaya sadar bencana, serta membangun kesiapsiagaan masyarakat akan ancaman gempa dan tsunami.

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah mitigasi tsunami bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan tsunami.

“Mangrove jika sudah besar insya allah menjadi pelindung kita dari terjangan tsunami. Untuk mengurangi dampak bencana yang paling penting adalah kesiapsiagaan kita akan ancaman tsunami, kita tinggal di daerah rawan tsunami, kita harus mengerti harus pergi (evakuasi) kemana, karena selamat adalah hak kita semua, caranya adalah kita harus mempunyai ilmunya dan harus mengerti bagaimana cara, kemudian harus dilatih secara terus menerus,” jelas Lilik sesaat setelah melakukan penanaman mangrove di kawasan Pantai Mbah Drajid, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (5/11).

Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah, bencana adalah urusan bersama seluruh elemen bangsa.

“Pemerintah pusat dan daerah menjadi penanggungjawab utama untuk penanggulangan bencana, tetapi tugas melindungi ini tidak hanya BNPB dan BPBD saja namun juga seluruh kementerian dan lembaga lain serta TNI / Polri, tetapi jauh lebih penting keterlibatan masyarakat, karena bencana adalah peristiwa lokal, kalau masyarakatnya kuat dan tangguh, insya Allah kita bisa menangani bencana dengan baik,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Abdul Muhari selaku Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB menungkapkan, belum ada alat yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa tapi kita bisa tahu adanya potensi gempa di beberapa daerah di Indonesia.

“Hampir seluruh pesisir selatan Jawa merupakan daerah rawan tsunami. Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa menentukan kapan dan dimana akan terjadi gempa berikutnya, namun kita bisa tahu di selatan jawa ada zona megathrust yang mungkin memiliki potensi gempa besar di masa depan,” ungkap Abdul.

Kemudian ia menuturkan, bagi warga yang tinggal di pesisir pantai, jika merasakan gempa menerus selama 20 hingga 30 detik baik itu gempa kuat maupun mengayun, langsung lakukan evakuasi.

“Jika ada gempa, kemudian menerus terasa 20 hingga 30 detik, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai harus lakukan evakuasi, karena gempa tersebut mungkin akan menyebabkan tsunami. Berikutnya, yang paling penting adalah mitigasi berbasis alam dengan menanam vegetasi di sekitar pantai dan jangan lupa memelihara gumuk pasir yang sudah ada karena dapat berfungsi menjadi hambatan dan mengurangi kecepatan tsunami,” tuturnya.

Sementara itu Pangarso Suryotomo, Direktur Kesiapsiagaan BNPB menyatakan, masyarakat harus dilibatkan dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana, karena masyarakat yang akan merasakan langsung risiko yang diakibatkan bencana.

“Semua kegiatan terkait kesiapsiagaan, mitigasi dan edukasi, harus melibatkan masyarakat dan informasi diberikan secara aktual dan terpercaya bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat memedomani informasi tersebut,” kata Pangarso.

Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur (Memegang Mic) memberikan arahan bagi peserta Peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia di kawasan Pantai Mbah Drajid, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (5/11). Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB/M. Arfari Dwiatmodjo

Selain melakukan penanam pohon mangrove, peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ini juga diisi dengan sesi edukasi terkait tsunami. Kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat individu dan komunitas. Dengan semakin banyaknya komunitas yang sadar akan arti penting kesiapsiagaan terhadap bahaya tsunami, kapasitas kolektif masyarakat diharapkan juga semakin meningkat.

Pewarta: Feb
Editor: And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

2 Januari 2024 - 16:26 WIB

Liputa Pendakian Gunung

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Trending di Kabar