Menu

Mode Gelap
Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu 26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser 18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok

Kabar · 22 Des 2021 09:00 WIB ·

Signifikansi Pendataan Pengungsi Erupsi Semeru di Lumajang


 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP) mengumpulkan data di lapangan dan diinput menggunakan sistim informasi geografis. Foto : Direktorat FPKP Perbesar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP) mengumpulkan data di lapangan dan diinput menggunakan sistim informasi geografis. Foto : Direktorat FPKP

Burangrang.com | Lumajnag – Dampak bencana erupsi Gunung Semeru menyisakan persoalan penanganan pengungsi yang menjadi pekerjaan krusial. Rumah yang mengalami kerusakan berat bahkan hilang dan tidak dapat dihuni lagi memaksa warganya untuk mengungsi sementara ke posko pengungsian atau rumah kerabat yang lebih aman.

Pemenuhan kebutuhan dasar baik sandang, pangan, dan papan warga mengungsi menjadi tanggung jawab pemerintah. Sejak Minggu (4/12) atau 11 hari pasca erupsi Gunung Semeru, selain operasi pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar dengan mendorong logistik harus menjamin tidak adanya kelaparan dan ketidakamanan atas dampak yang dirasakan warga akibat fenomena alam tersebut. Untuk itulah pendataan pengungsi menjadi signifikan pada keadaan darurat bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP) mengumpulkan data di lapangan dan diinput menggunakan sistim informasi geografis. Foto : Direktorat FPKP

Kesimpangsiuran data pengungsi yang tidak terkoordinasi dengan baik dapat menimbulkan dampak lanjutan seperti menumpuknya bantuan di gudang logistik atau di sisi lain ada posko pengungsian ang belum mendapatkan bantuan sehingga timbul ketimpangan. Informasi dan data pengungsi yang akurat, handal, dan terbaharui merupakan pondasi bagi koordinasi dan respon yang efektif bagi pemangku kebijakan darurat bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP) mengembangkan alternatif sistem pendataan pengungsi dengan menggunakan sebuah platform piranti lunak. Menggunakan Sistim Informasi Geografis, BNPB sudah melakukan pendataan selama empat hari mulai Sabtu (11/12) hingga Selasa (14/12) Desember di Kabupaten Lumajang.

Dalam rentang waktu tersebut, BNPB berhasil mendata 52 titik pengungsi dengan angka total jiwa mengungsi sebanyak 11.658 orang di dua belas kecamatan. Output dari pendataan pengungsi yang dilakukan ditayangkan secara interaktif dalam dashboard https:/gis.bnpb.go.id/semeru2021.

Pelibatan relawan pendata (surveyor) berasal dari mahasiswa kampus yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur.

Analis Bencana pada Direktorat FPKP, Dwi Nur mengatakan bahwa sistem tersebut sudah mendapatkan perijinan untuk dapat dikembangkan lebih optimal.

“Sistem pendataan ini bersifat alternatif namun telah mendapat lampu hijau dari pimpinan dan diharapkan bermanfaat sementara untuk stake holder di Lumajang,” terang Dwi.

Data-data pengungsi secara resmi terus ditampilkan dalam laporan rutin dari Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru dengan pemangku koordinator bidang pengungsian berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bersama BPBD setempat. Pemanfaatan data tersebut sedianya dapat terus digunakan untuk program bantuan lebih lanjut kedepan seperti relokasi, huntara, bantuan dana tunggu hunian, dan atau kegiatan padat karya lainnya.

Pewarta : Nish
Editor : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun

15 Mei 2022 - 11:00 WIB

Trending di Artikel