Menu

Mode Gelap
Dukungan Cash Sponsor dan Kredibilitas Pelaku Ekspedisi Gunung Pendakian Yang Berada di Wilayah Taman Nasional Cara Sederhana Menjaga Kebugaran Fisik Sebelum Naik Gunung Mungkinkah Beda, Ekspedisi dan Petualangan? Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

Kabar · 9 Sep 2021 08:20 WIB ·

Terdampak Banjir dan Angin Kencang Mulai di Data BPBD Kabupaten Buru


 Foto: BNPB (beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam) Perbesar

Foto: BNPB (beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam)

Burangrang.com| Jakarta,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru terus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir dan angin kencang yang terjadi di wilayahnya. Tercatat sebanyak 62 unit rumah terdampak atas kejadian ini. Selain terdampak pada rumah, peristiwa ini juga berdampak pada fasilitas umum seperti masjid, kantor dan bangunan Sekolah Dasar (SD) serta beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam.

“Banjir yang menggenangi pemukiman penduduk sebanyak 62 unit rumah dan fasilitas umum lainnya,” ujar Hadi Kalaksa BPBD Kabupaten Buru melalui pesan singkat, Rabu (8/9).

Foto: BNPB (Upaya pengurangan debit air juga dilakukan dengan menggunakan pompa air untuk dialirkan ke daerah yang lebih rendah.)

Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Buru pada Selasa (7/9).  Sebanyak tiga desa terdampak kejadian ini yakni Desa Namlea yang terletak di Kecamatan Namlea, Desa Pela di Kecamatan Batabyal, dan Desa Waekasar di Kecamatan Weapo. Hujan yang disertai angin kencang juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang menutup ruas jalan Pilar dan Kompleks SD 1 Namlea.

BPBD Kabupaten Buru segera menerjunkan personil ke lokasi kejadian untuk melakukan pemotongan batang pohon yang menutupi ruas jalan, sehingga dapat dilalui warga sekitar. Upaya pengurangan debit air juga dilakukan dengan menggunakan pompa air untuk dialirkan ke daerah yang lebih rendah.

Hadi menambahkan, kondisi saat ini dilaporkan banjir perlahan mulai surut. Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan bantuan logistik berupa beras dan mie instan bagi warga yang terdampak banjir.

“Banjir mulai perlahan surut saat ini, dan kami memberi bantuan logistik berupa beras dan mie instan kepada korban banjir,” ujar Hadi.

Foto: BNPB (beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam)

Berdasarkan prakiraaan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati ada pembentukan dua bibit Siklon Tropis yaitu Siklon Tropis Chantu dan Conson. Kedua siklon tropis tersebut dapat menyebabkan potensi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat Indonesia diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, khususnya bahaya angin kencang maupun angin puting beliung. Fenomena cuaca ini dapat terjadi saat hujan berlangsung maupun saat pergantian musim. Warga dapat mengakses informasi potensi bahaya pada media informasi dari institusi pemerintah, seperti inaRISK atau pun infoBMKG.

Pewarta: Feb
Editor: Dj

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Trending di Kabar