Menu

Mode Gelap
Berlatih Mental Penggiat Alam Terbuka Pramuka Peduli Menurut Jukran 230 Tahun 2007 Pramuka Peduli, Apakah Suatu Penegasan Belaka? Pendidikan Dasar, Bekal Pembentuk Paradigma Penggiat Alam Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

Peristiwa · 27 Jun 2021 08:58 WIB ·

BNPB Fasilitasi, Penyusunan BCP UMKM Se-Pekalongan Antisipasi Dampak Bencana


BNPB Fasilitasi, Penyusunan BCP UMKM Se-Pekalongan  Antisipasi Dampak Bencana Perbesar

Burangrang.com | Pekalongan – Bencana dapat berdampak pada keberlangsungan usaha masyarakat, khususunya usaha mikro kecil menengah (UMKM). Langkah antisipasi terhadap dampak tersebut, BNPB memfasilitasi penyusunan strategi untuk mengurangi dampak krisis atau bencana atau business continuity plan (BCP).

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini mengatakan, di masa pandemi Covid-19 penguatan kapasitas UMKM melalui BCP adalah salah satu kebutuhan. Menurutnya, BCP merupakan suatu proses penyusunan sistem pencegahan dan kuratif dalam rangka mengurangi atau mencegah dampak krisis atau bencana terhadap aktivitas bisnis yang normal.

Foto : BNPB

“BCP dapat memperkecil efek peristiwa yang mengganggu dan meningkatkan kemampuan UMKM dalam proses pemulihan,” tambah Eny pada Fasilitasi Penyusunan BCP untuk UMKM di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (23/6).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pentaheliks BNPB Pangarso Suryotomo berharap kegiatan ini untuk membangun kesiapan UMKM dan swasta dalam penyelamatan diri dan keluarga serta bisnisnya dan mencegah serta memperoleh kembali aset bisnisnya.

“Keterlibatan UMKM dalam pengurangan risiko bencana merupakan bentuk investasi dan win-win solution,” ujar Pangarso.

Di masa pandemi ini, UMKM banyak yang terdampak, pun di Pekalongan Raya. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Saminta mengatakan bahwa ada sekitar 200 UKM di Kota Pekalongan yang terdampak Covid-19 dan berada di daerah rawan bencana.

Permasalahan UMKM selama pandemi salah satunya adalah menurunnnya penjualan, tidak adanya bahan baku dan sebagainya. Dengan kegiatan ini Kalaksa BPBD berharap usaha kecil dan menengah (UKM) di Pekalongan lebih sadar akan bencana yang ada di Pekalongan mengingat Pekalongan memiliki beberapa ancaman bencana .

BCP ini tidak hanya untuk mengantisipasi dampak krisis atau bencana yang disebabkan karena bencana nonalam atau pandemi yang terjadi saat ini, tetapi juga bencana alam maupun bencana sosial.

Foto : Nufan Rizki

Sementara itu, kegiatan fasilitasi BCP ini diikuti 50 pelaku UMKM se-Pekalongan Raya yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. Ada pun narasumber dan fasilitator kegiatan ini adalah BNPB, Kementerian Koperasi dan UKM, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Pekalongan dan Jemari Sakato.

Pada sesi terakhir kegiatan, peserta melakukan penyusunan Rencana Keberlanjutan Usaha (BCP) berdasarkan Panduan Pengelolaan Keberlanjutan Usaha yang sudah dikeluarkan oleh BNPB. Peserta antusias menyusun dokumen ini dan berharap bisa tetap bertahan dan bangkit di masa pandemi ini.

 

Rilis : BNPB

Pewarta : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun

15 Mei 2022 - 11:00 WIB

9 Mei 1956 Gunung Manaslu (8.163) Berhasil di Gapai Untuk Pertama Kali

9 Mei 2022 - 11:00 WIB

Angin Putting Beliung Menerjang 23 Rumah Warga Kabupaten Bangka

8 April 2022 - 11:23 WIB

Atap Rumah Beterbangan Usai Diterjang Angin Kencang di Bangka Selatan

6 April 2022 - 13:25 WIB

Empat Warga Bangka Tengah Luka Berat Terdampak Angin Puting Beliung

31 Maret 2022 - 15:18 WIB

Pendataan Terdampak Banjir Bandang  Dilakukan BPBD Sumbawa

31 Maret 2022 - 11:25 WIB

Trending di Kabar