Menu

Mode Gelap
Berlatih Mental Penggiat Alam Terbuka Pramuka Peduli Menurut Jukran 230 Tahun 2007 Pramuka Peduli, Apakah Suatu Penegasan Belaka? Pendidikan Dasar, Bekal Pembentuk Paradigma Penggiat Alam Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

Kabar · 5 Okt 2021 16:32 WIB ·

Desa Wisata Sukarame Diharapkan Picu Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat


Pantai Di Desa Wisata Sukarame. Dok: Desa Sukarame Perbesar

Pantai Di Desa Wisata Sukarame. Dok: Desa Sukarame

Burangrang.com | Banten – Desa Wisata Sukarame di Kabupaten Pandeglang, Banten, masuk dalam 50 besar Desa Wisata Terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap raihan positif tersebut dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan Kabupaten Pandeglang pada umumnya.

Batik Desa wisata Sukarame. Foto: Kemenparekraf

“Bagi seluruh desa-desa wisata di kabupaten Pandeglang, khususnya Desa Wisata Sukarame, jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Sukarame, Sabtu (2/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga melihat langsung potensi yang dimiliki Desa Wisata Sukarame dalam menarik minat kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah keberadaan batik khas Pandeglang yang didorong untuk terus dikembangkan.

Batik Pandeglang memiliki ciri khas yang unik. Bahkan terdapat 14 motif batik di setiap kecamatan di Pandeglang. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari motif-motif tersebut bahkan sudah terdaftar sejak Mei 2018 silam.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Wisata Sukarame. Foto: Kemenparekraf

“Meski begitu, belum banyak yang tahu filosofi di balik motif itu. Oleh karenanya, kita harus dorong Batik Pandeglang ini agar bisa menembus skala nasional hingga internasional,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Desa Wisata Sukarame juga memiliki potensi kriya. Yakni kerajinan pahatan berbentuk badak, kerajinan dari bahan kerang, serta kerajinan dari olahan bambu khas Kabupaten Pandeglang.

Tak hanya di produk ekonomi kreatif, desa wisata ini juga memiliki daya tarik keindahan wisata alam. Salah satunya adalah wisata edukasi konservasi alam bawah laut. Di sini wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut sambil melakukan transplantasi terumbu karang.

Menparekraf Sandiaga sedianya melakukan transplantasi terumbu karang bersama dewan juri ADWI. Namun karena kendala cuaca, kegiatan tersebut urung dilakukan.

“Pak Kepala Desa, saya melihat dengan mata kepala sendiri dengan potensi wisata di Desa Sukarame, walaupun sedang hujan dan tidak dianjurkan untuk melihat sendiri, tapi saya mendapat laporan bahwa kondisinya sangat baik. Jadi, ini tidak mengurangi penilaian. Hujan ini membawa berkah, nanti hasilnya ke depan adalah yang terbaik buat Desa Wisata Sukarame, dan Kabupaten Pandeglang dan masyarakatnya,” kata Sandiaga.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan wisata edukasi konservasi alam bawah laut, Menparekraf memberikan bantuan berupa jaket pelampung, kacamata selam, snorkel, serta fins. Sebab, selama ini Desa Wisata Sukarame belum memiliki alat-alat tersebut untuk disewakan ke wisatawan.

Daya tarik wisata alam di Desa Wisata Sukarame juga diselaraskan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat dengan berbagai macam kegiatan wisata budaya. Seperti pertunjukan kesenian Tarian Dzikir Saman, Tarian Ahlan Wa Sahlan, Kendang Pencak, Rampak Bedug. Serta berbagai macam perayaan kebudayaan seperti Ngoclok (mancing gurita) juga Festival Perahu Ruat.

“Saya berharap Desa Wisata Sukarame terus berkembang sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan terus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal agar menjadi destinasi wisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat untuk Indonesia Bangkit,” kata Sandiaga.

Tarian Daerah, Desa Sukarame. Foto: Kemenparekraf

Di penghujung acara visitasi, Menparekraf Sandiaga melakukan pelepasan burung Endemik Jawa sebagai simbol keseimbangan alam di Desa Wisata Sukarame.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu; Staf Khusus Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, dan Reformasi Birokrasi Kemenparekraf, Irjen Pol Krisnandi; dan Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua. semua disampaikan di website Kemenparekraf.

Pewarta: Feb
Editor: And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

2 Januari 2024 - 16:26 WIB

Liputa Pendakian Gunung

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Trending di Kabar