Menu

Mode Gelap
Ultralight Hiking/Backpacking Untuk Pemula Fenomena Pendakian Gunung Tektok Jika Tak Ada Pendaki Gunung, Tak Mungkin Ada Freeport! Tualangi Samudera Dunia Seorang Diri Selama 210 Hari Diusia 16 Tahun Tim Gabungan Lakukan Penanganan Banjir dan Longsor di Luwu, Sulsel

Feature · 21 Okt 2021 13:43 WIB ·

Harimau Sumatera Korban Konflik di Evakuasi BKSDA Jambi


 Harimau yang diselamatkan berjenis kelamin betina dengan panjang kurang lebih 180 cm, umur sekitar 10 – 12 tahun. Harimau saat ini masih dalam kondisi liar dan Balai KSDA Jambi akan melakukan rehabilitasi di Tempat Penyelamatan Satwa. Foto: BKSDA Jambi Perbesar

Harimau yang diselamatkan berjenis kelamin betina dengan panjang kurang lebih 180 cm, umur sekitar 10 – 12 tahun. Harimau saat ini masih dalam kondisi liar dan Balai KSDA Jambi akan melakukan rehabilitasi di Tempat Penyelamatan Satwa. Foto: BKSDA Jambi

Burangrang.com | Jambi – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melakukan evakuasi terhadap Harimau Sumatera korban konflik di Desa Guguk, Desa Air Batu dan Desa Marus Jaya Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin, Jambi pada Jumat, (15/10/2021). Konflik tersebut telah mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 1 orang luka-luka.

“Setelah mendapatkan informasi terkait konflik yang terjadi, kami segera menurunkan tim yang dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian konflik dan mengambil langkah-langkah penanganan yang diperlukan di lapangan,” ujar Kepala Balai KSDA Jambi Rahmad Saleh.

Tim KSDA Jambi segera melakukan sosialisasi kepada warga dan instansi terkait untuk tidak mendekati lokasi kejadian serta melakukan patroli bersama dengan masyarakat dan para pihak. Foto: BKSDA Jambi

Tim KSDA Jambi segera melakukan sosialisasi kepada warga dan instansi terkait untuk tidak mendekati lokasi kejadian serta melakukan patroli bersama dengan masyarakat dan para pihak. Selain itu, tim juga melakukan pemasangan Camera Trap sebanyak 6 unit di 3 desa lokasi kejadian untuk memantau pergerakan dan jumlah individu Harimau sumatera.  Tim juga melakukan pemasangan 3 unit perangkap harimau di sekitar lokasi kejadian.

Setelah  harimau sumatera masuk pada salah satu perangkap, Balai KSDA Jambi menurunkan tim tambahan yang terdiri dari dokter hewan dan tim penyelamatan satwa. Tim segera mengevakuasi harimau sumatera ke mobil rescue BKSDA Jambi untuk selanjutnya dibawa ke Tempat Penyelamatan Satwa Balai KSDA Jambi di Mendalo Kabupaten Muaro Jambi.

Selanjutnya terhadap satwa ini akan dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan pemeriksaan laboratorium lengkap untuk mengetahui kondisi jauh terhadap kesehatan harimau tersebut.

Tim juga melakukan pemasangan Camera Trap sebanyak 6 unit di 3 desa lokasi kejadian untuk memantau pergerakan dan jumlah individu Harimau sumatera. Tim juga melakukan pemasangan 3 unit perangkap harimau di sekitar lokasi kejadian. Foto: BKSDA Jambi

Harimau yang diselamatkan berjenis kelamin betina dengan panjang kurang lebih 180 cm, umur sekitar 10 – 12 tahun. Harimau saat ini masih dalam kondisi liar dan Balai KSDA Jambi akan melakukan rehabilitasi di Tempat Penyelamatan Satwa dengan tetap menjaga insting liarnya sehingga diharapkan dapat dikembalikan ke habitat alaminya nanti.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah bergotong royong membantu evakuasi harimau tersebut, dan juga kepada Polsek Sungai Manau, Kodim Bangko, KPHP Merangin, BBTNKS, Kepala Desa Guguk, Kepala Desa Air Batu, Kepala Desa Marus Jaya dan FFI serta semua pihak yang turut serta bersama-sama melakukan verifikasi, penanganan lokasi dan sampai dengan evakuasi,” Ujar Rahmad Saleh. Dalam Siaran Pers Nomor: SP.356/HUMAS/PP/HMS.3/10/2021

Himbau agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktifitas di sekitar habitat harimau serta menghimbau masyarakat agar tidak mengganggu habitat harimau sumatera pada khususnya dan satwa liar pada umumnya. Foto: BKSDA Jambi

Lebih lanjut, Rahmad menghimbau agar masyarakat  berhati-hati dalam melakukan aktifitas di sekitar habitat harimau serta menghimbau masyarakat agar tidak mengganggu habitat harimau sumatera pada khususnya dan satwa liar pada umumnya.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan menyelamatkan keanekaragaman hayati sebagai aset bangsa Indonesia dan karunia Allah SWT. Tidak ada satupun makhluk Tuhan yang diciptakan tanpa tujuan dan manfaat,” pungkas Rahmad.

Balai KSDA Jambi berkoordinasi dengan Polsek Sungai Manau, KPHP Merangin, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Bidang Wilayah 1, Polres Merangin, Kodim Bangko, Mitra Konsevasi Fauna and Flora International, Kepala Desa setempat, Media dan unsur masyarakat, untuk secara kolaboratif melakukan penanganan konflik

Pewarta: Nish
Editor: And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Kepala BNPB Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Siklon Tropis Seroja NTT

13 Mei 2022 - 13:34 WIB

Delegasi G20 Sepakat Pembiayaan Internasional Dukung Penciptaan Iklim Pariwisata Berkelanjutan

13 Mei 2022 - 13:17 WIB

Indonesia Dominasi Piala Dunia Panjat Tebing Hingga Pecahkan Rekor Dunia Tercepat

13 Mei 2022 - 11:45 WIB

Pemkot Jaksel Konversi Ruang Publik Jadi Etalase Pelaku Ekraf Seni Rupa

13 Mei 2022 - 11:33 WIB

Trending di Kabar