Menu

Mode Gelap
Berlatih Mental Penggiat Alam Terbuka Pramuka Peduli Menurut Jukran 230 Tahun 2007 Pramuka Peduli, Apakah Suatu Penegasan Belaka? Pendidikan Dasar, Bekal Pembentuk Paradigma Penggiat Alam Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

Kabar · 24 Des 2021 11:47 WIB ·

Kampung Agrinex Ecotourism Diharapkan Dapat Menghadirkan Solusi Penciptaan Lapangan Kerja


Kampung Agrinex juga dilengkapi berbagai sarana seperti rumah-rumah panggung, cafe, restoran, villa, camping ground, masjid, dan pesantren tahfiz yang melengkapi kawasan tersebut. Foto : Kemenparekraf Perbesar

Kampung Agrinex juga dilengkapi berbagai sarana seperti rumah-rumah panggung, cafe, restoran, villa, camping ground, masjid, dan pesantren tahfiz yang melengkapi kawasan tersebut. Foto : Kemenparekraf

Burangrang.com | Pandeglang –  Peresmian Kampung Agrinex Ecotourism, yang berada di Desa Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada hari Rabu (22/12/2021). Di hadiri Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam sambutan peresmian kampung Agrinex Ecotourism, Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan bahwa kehadiran Kampung Agrinex menjadi salah satu solusi dalam menghadirkan lapangan kerja melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat. Sehingga, Kampung Agrinex Ecotourism perlu didukung dan dipersiapkan secara all out sebagai destinasi unggulan yang dapat menarik minat wisatawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri peresmian Kampung Agrinex Ecotourism, yang berada di Desa Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Foto : Kemenparekraf

Terlebih saat ini pemerintah tengah memperkuat aksesibilitas dari Jakarta ke Tanjung Lesung dengan membangun jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 84 km. Diharapkan, destinasi yang berada di sekitarnya, seperti Kampung Agrinex akan memperoleh manfaat peningkatan ekonomi.

“Saya membawa pesan dari Presiden bahwa kita harus menyiapkan destinasi pendukung, karena akan ada jalan tol Serang – Panimbang. Ini tentu akan berdampak kepada pemulihan ekonomi. Saat ini masyarakat sedang berjuang menghadapi keadaan ekonomi yang sulit. Dan Kampung Agrinex ini adalah solusi solusi, karena bisa membuka lapangan kerja dan juga mampu menghadirkan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Dikembangkan oleh PT. Kampung Agrinex Farm yang digawangi oleh Rifda Ammarina, Kampung Agrinex memiliki luas lahan sebesar 27 hektare, dan ditanami 57 jenis tanaman buah. Karena tanahnya sangat subur, maka tidak heran jika produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan harganya terjangkau.

Kampung Agrinex juga dilengkapi berbagai sarana seperti rumah-rumah panggung, cafe, restoran, villa, camping ground, masjid, dan pesantren tahfiz yang melengkapi kawasan tersebut. Nantinya, akan dibangun juga function room yang difungsikan sebagai ruang meeting, hingga acara pernikahan.

“Saya yakin dengan ekonomi digital kita bisa perluas peluang ekonomi masyarakat khususnya Cikeusik dan Pandeglang,” kata Sandiaga.

Menparekraf pun berharap banyak pelaku ekonomi kreatif seperti Rifda Amarina yang selalu bersemangat dan memiliki pendirian yang teguh dalam memajukan dan mengembangkan suatu desa.

“Saya yakin dengan dengan pengalaman kita bersama, kita paham kebutuhan rakyat, rakyat butuh kehadiran pemerintah, untuk menghadirkan solusi ekonomi. Dan dengan adanya jalan tol bukan hanya KEK Tanjung Lesung yang tersentuh tapi daerah sekitarnya juga,” ujar Sandiaga.

“Dan ini menjadi tantangan buat kita sebagai bagian dari pembangunan Indonesia untuk bertindak secara lebih tegas dan cepat. Tegas berpihak kepada rakyat. Dan cepat dalam berkolaborasi dengan sosok seperti Ibu Rifda,” lanjutnya.

Sementara, Pemilik Kampung Agrinex, Rifda Ammarina, mengatakan bahwa Kampung Agrinex dapat tumbuh dan berkembang berkat dukungan serta doa banyak pihak. Salah satunya, Menparekraf yang menyempatkan untuk hadir kembali di Kampung Agrinex. Hal ini menunjukkan bahwa Cikeusik memang memiliki potensi yang unggul di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya agrowisata.

Rifda menjelaskan bahwa Kampung Agrinex 100 persen berbasis lingkungan. Sampah bekas makan buah tidak dibuang, melainkan dibiarkan masuk ke dalam tanah agar tidak menambah beban sampah lingkungan. Selain itu, daun-daun yang berguguran tidak pernah di sapu, karena dimanfaatkan sebagai humus untuk tanaman.

Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan bahwa kehadiran Kampung Agrinex menjadi salah satu solusi dalam menghadirkan lapangan kerja melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat. Foto : Kemenparekraf

“Alhamdulillah sekarang Kampung Agrinex sudah memproduksi 80 persen dari jenis buah yang kita tanam, jadi kita tanam lebih dari 57 jenis buah dari seluruh Indonesia. Dan alhamdulillah tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu; dan Direktur Pengembangan Destinasi I Kemenparekraf/Baparekraf, Harwan Ekon Cahyo.

Pewarta : Feb
Editor : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 199 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

2 Januari 2024 - 16:26 WIB

Liputa Pendakian Gunung

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Trending di Kabar