Menu

Mode Gelap
Berlatih Mental Penggiat Alam Terbuka Pramuka Peduli Menurut Jukran 230 Tahun 2007 Pramuka Peduli, Apakah Suatu Penegasan Belaka? Pendidikan Dasar, Bekal Pembentuk Paradigma Penggiat Alam Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

Kabar · 22 Okt 2021 10:00 WIB ·

Melalui Pembibitan Pohon Dapat Meningkatan Pendapatan Masyarakat


Dibentuknya Model Kampung Konservasi (MKK) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan pembibitan dan penanaman pohon. Foto: Red Perbesar

Dibentuknya Model Kampung Konservasi (MKK) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan pembibitan dan penanaman pohon. Foto: Red

Burangrang.com | Bogor – Pelibatan masyarakat dalam pelestarian alam menjadi nilai tambah yang bagus bagi konservasi hutan. Pada prosesnya pihak pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merangkul masyarakat setempat untuk turut peduli terhadap keberlangsungan ekosistem konservasi alam. Dalam hal melibatkan masyarakat, pengelola TNGHS menjalin kerja sama dalam bentuk Model Kampung Konservasi (MKK).

“Dibentuknya Model Kampung Konservasi (MKK) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan pembibitan dan penanaman pohon. Pada tahun 2007 dimulailah pembentukan MKK oleh Balai TNGHS dengan anggota 28 orang, salah satunya kegiatan kami pembibitan pohon, konservasi hutan, penanaman dan patroli hutan. Kami juga menjalani peternakan domba Garut, pada tahun 2012 kami mendapat bantuan ternak domba 55 ekor,” seru Hendrik, Ketua Model Kampung Konservasi (MKK), Desa Cisangku, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hendrik, Ketua Model Kampung Konservasi (MKK), Desa Cisangku, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Red

Ia mengutarakan, kami juga melakukan kegiatan restorasi pembibitan hutan dengan mendistribusikan bibit tanaman ke berbagai pelosok negeri. Dengan jenis tanaman, Rasamala, Puspa, Saninten dan lainnya kami distribusikan ke PT. Antam, Pongkor sebanyak 60.000 sampai dengan 100.000 pohon setiap tahunnya. Pendistribusian ini sudah kami lakukan sejak 2009, kami sangat bersyukur bahwa masyarakat yang terlibat dalam MKK ini telah mengalami peningkatan ekonomi yang signifikan.

“Jenis tanaman yang disemai adalah tanaman endemik yang memang tanaman ciri khas TNGHS. Seperti Rasamala, Puspa, pasang dan lainnya dibudidayakan di MKK ini.

Kemudian menjadi pembibitan yang pada akhirnya didistribusikan ke instansi yang memiliki kerja sama dengan MKK. Total tanaman di TNGHS ada 17 jenis dan yang menjadi primadona adalah memang Rasamala yang merupakan tanaman endemik atau ciri khusus dari TNGHS.

Dibentuknya Model Kampung Konservasi (MKK) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan pembibitan dan penanaman pohon. Foto: Red

Untuk penyemaian 60.000 sampai dengan 100.000 pohon itu membutuhkan waktu 3 bulan, dari mulai pengisian Polybag hingga pengisian bibit, sehingga ketika bibit berusia 8 bulan itu bisa panen dan didistribusikan,” tutupnya.

Untuk ulasan lebih lanjut dapat dilihat di pranala berikut :

Pewarta : FEB
Editor : And

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Program Liputan Pendakian Gunung Indonesia Explore Media – Burangrang.com

2 Januari 2024 - 16:26 WIB

Liputa Pendakian Gunung

Sepatu 20 Ribu Ungguli Sepatu Gunung Seharga Ratusan Ribu

23 Juni 2022 - 13:33 WIB

Sepatu Gunung Murah Kuat

26 Fakta-fakta Menarik Pendakian Gunung Leuser

7 Juni 2022 - 17:01 WIB

Gunung Leuser

18 Rekomendasi Trekking Organizer Pendakian Gunung Rinjani Terbaik

2 Juni 2022 - 14:57 WIB

Operator Trip, Trekking Organizer

Sail Tidore 2022 Akan Dimeriahkan Puluhan Penerjun TNI AL

24 Mei 2022 - 10:00 WIB

Sail Tidore 2022

Menyoroti Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

20 Mei 2022 - 19:26 WIB

Trending di Kabar